Saturday, January 9, 2010

Kasus Aborsi Gegerkan Kota pahlawan

Berita terungkap nya Kasus Aborsi Gegerkan Kota Pahlawan. Kasus ini terbongkar setelah polisi sebelumnya berhasil membongkar Kasus tewasnya suparlina yang di duga tewas akibat Aborsi yang di tangani oleh Dr. Edward
Setelah sehari jelang perkara di mapolres sidoarjo, aparat polwiltabes surabaya melakukan reka ulang di tempat praktek nya Dr. Edward di kawasan Dukuh Kupang Timur surabaya, dalam aksinya Dr. Edward dibantu tersangka abdul munif Dr. Edward ketika ditanya, dirinya tetap mengaku tak merasa bersalah.. "saya cuma menolong, karena mayoritas pasien adalah orang tidak mampu" begitu ujar nya. Ketika di tanya berapa tarif Aborsi, katanya bermacam-macam.. Dari 4jt, 1,2jt, 250rb, 100rb, bahkan ada yang sampai gratis pula. Dari buku tamu yang disita oleh polisi, diketahui ada sekitar 500 pasien yang di duga telah melakukan Aborsi ke tempat klinik Dr. Edward
Selang beberapa hari kemudian, polisi menangkap 2 tersangka lain nya. Yakni sepasang suami istri eko ahmad dan nunung rahayu atau juga atik. Mereka dalam aksi nya di bantu juga seorang wanita bernama nining. Polisi menduga mereka inilah otak pelaku Aborsi yang telah menewaskan suparlina. Cara Aborsi atik berbeda dari Dr. Edward, atik hanya menggunakan obat untuk menggugurkan kandungan pasien. Jadi sekenario kejadian nya adalah ; Suparlina di bawa beberapa orang ke tempat praktek Dr. Edward untuk melakukan Aborsi. Tapi Dr. Edward menolak karena usia kandungan suparlina sudah 3 bulan lebih. Lalu merujuk suparlina ke sidoarjo ke tersangka atik, di tempat atik inilah suparlina Aborsi yang berujung menewaskan dirinya
Anehnya meski telah lebih dari 5 tahun membuka praktek, tidak ada 1 tetangga atau warga pun yang mengetahui bahwa di klinik Dr. Edward melayani praktek Aborsi. Agar tidak di curigai warga Dr. Edward kerap memberi sejumlah uang cuma-cuma kepada warga sekitar dan para tukang becak yang mangkal tak jauh dari tempatnya praktek. Namun yang jauh lebih mengherankan adalah Dinas Kesehatan surabaya bisa bebas membiarkan izin praktek dokter yang mantan narapidana ini (Dr. Edward sudah 2 x di tahan-dengan kasus yang sama) yang bisa membahayakan masyarakat yang ingin menggugurkan kandu-ngan nya. Ketika di datangi ke kantor nya, tak ada 1 orang pun dari dinas kesehatan surabaya yang mau untuk memberikan penjelasan. Bahkan ada kesan mereka sengaja mengindar, ada apa sebenar nya ini???

<

0 komentar:

Post a Comment

terima kasih jika anda mau luangkan sedikit waktu untuk berkomentar... jangan comment SPAM, RADIKAL DAN SARA