Thursday, February 24, 2011

Revolusi PSSI Berkobar Nurdin Halid Tetap Takkan Mundur

Berita terbaru tentang PSSI dan Nurdin Halid, Revolusi PSSI Berkobar Nurdin Halid Tetap Takkan Mundur!!! Gelombang aksi unjuk rasa menentang ketua umum PSSI yakni Nurdin Halid dan meminta nya mundur dari jabatan ketua umum PSSI terus bergejolak. Gelombang unjuk rasa ini dikenal dengan sebutan Revolusi PSSI. Ratusan pendemo yang mengatas nama kan Suporter anti Nurdin Halid setelah menduduki kantor sekertariat PSSI di gelora bung karno, melanjutkan aksi nya ke kantor Kementrian Pemuda Dan Olah Raga. Mereka mendesak pemerintah melalui Menpora "Andi Malarangeng" segera menuntas kan permasalahan di kubu PSSI, dengan secepat nya membekukan aset PSSI dan menurunkan Nurdin Halid dari jabatan nya. Para pende- mo mengancam akan terus melanjutkan aksi Revolusi PSSI, sampai Nurdin Halid dan pengurus lain nya mundur
Aksi Revolusi PSSI di berbagai daerah menimbulkan reaksi keras dari kaum keluarga Nurdin Halid di makasar sulawesi selatan, "mereka" gerah atas semua aksi anti Nurdin Halid itu. Bahkan adik dari Nurdin Halid yakni "Kadir Halid" menuding semua pemberitaan di media massa semua nya tidak netral, dan amat menyalah kan atas sikap presiden yang tidak menegur menpora. Kadir berkata "Andi Malarangeng tidak mem posisikan dirinya sebagai seorang mentri, tapi bagaikan seorang preman" !!! Kadir pun me- nyatakan akan segera menyomasi bahkan juga mungkin melayangkan tuntutan hukum kepada andi malarangeng kadir menganggap bahwa andi malarangeng telah mem provokasi aksi unjuk rasa untuk menurunkan Nurdin Halid. kadir juga mengatakan jangan salahkan jika ada pendukung dari Nurdin Halid yang turun ke jalan, " Nurdin Halid itu masih punya banyak keluarga dan teman yang akan tetap membelanya dalam kondisi Apapun " dan dari pernyataan sikap Nurdin Halid sendiri, diri nya takkan mundur dari jabatan dan bakal calon ketua umum PSSI

<

0 komentar:

Post a Comment

terima kasih jika anda mau luangkan sedikit waktu untuk berkomentar... jangan comment SPAM, RADIKAL DAN SARA